Mengenal Rilis Jadwal Vaksin IDAI 2020 Terbaru

Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh yang dilakukan dengan pemberian vaksin berisi virus atau kuman yang dimatikan atau dilemahkan. Imunisasi biasa dilakukan pada anak berusia 0-18 tahun dengan tujuan untuk mencegah penularan penyakit.

Baru-baru ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis jadwal vaksin terbaru dilansir dari Moms.co.id. Orang tua yang memiliki anak berusia 0 hingga 18 tahun wajib mengetahui jadwal tersebut sehingga dapat memberikan vaksin pada waktu yang tepat.

Jenis dan Jadwal Imunisasi Anak 0-18 Tahun

Setidaknya ada lima jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada anak sesuai usia, antara lain hepatitis B, polio, BCG, campak, dan DPT. Namun, Anda juga bisa memberikan imunisasi tambahan seperti PCV, rotavirus, influenza, varises, dan lain sebagainya.

jadwal imunisasi anak resmi IDAI

Berikut ini jenis-jenis imunisasi beserta jadwal yang tidak boleh Anda lewatkan.

1. Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B (HB) adalah imunisasi wajib yang diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B. Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak 4 kali, dimulai sejak bayi baru lahir atau paling lambat berumur 24 jam. Vaksinasi selanjutnya dilakukan pada umur 2, 3, dan 4 bulan.

Namun, tidak semua bayi bisa mendapatkan imunisasi hepatitis B segera setelah lahir. Misalnya bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2000 gram harus menunggu hingga satu bulan atau lebih sebelum mendapatkan vaksinasi ini.

2. Polio

Vaksin polio diberikan untuk mencegah penularan penyakit polio yang menyerang sistem saraf otak dan tulang belakang. Imunisasi wajib ini diberikan sebanyak 4 kali. Imunisasi pertama (vaksin polio 0) sebaiknya diberikan ketika bayi baru lahir.

Selanjutnya, bayi kembali mendapatkan vaksin polio ketika berusia 1, 2, dan 3 bulan. Pemberian booster dapat dilakukan ketika anak berusia 18 bulan.

3. BCG

Jenis imunisasi yang satu ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit tuberkulosis (TB) yang menyerang saluran pernapasan dan kelenjar getah bening. Sebagai salah satu imunisasi wajib, BCG diberikan satu kali, segera setelah bayi lahir.

Namun, vaksin ini juga dapat diberikan selambat-lambatnya ketika bayi berusia 1 bulan. Pemberian vaksin BCG biasanya dilakukan melalui suntikan.

4. DPT

Vaksin DPT diberikan untuk melindungi tubuh dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Pemberian imunisasi ini dilakukan sebanyak 3 kali, dimulai ketika bayi berusia 2 bulan. Selanjutnya, vaksin diberikan kembali ketika bayi berusia 3 dan 4 bulan.

Pemberian booster dapat dilakukan untuk menguatkan kembali perlindungan tubuh terhadap penyakit tersebut. Booster dapat diberikan ketika anak berusia 18 bulan dan 6 tahun.

5. Campak

Dikenal juga dengan vaksin MR/MMR, imunisasi ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari penularan penyakit campak dan rubella. Sedangkan vaksin MMR dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap penyakit gondongan.

Imunisasi MR/MMR diberikan ketika bayi berusia 9 bulan. Apabila bayi belum mendapatkan vaksin hingga berusia 12 bulan, pemberian dapat dilakukan ketika berusia 18 bulan. Anda juga dapat memberikan booster ketika anak berusia 5 hingga 7 tahun.

6. Influenza

Vaksinasi ini dilakukan untuk membuat tubuh anak lebih kebal terhadap penyakit influenza. Vaksin pertama dapat diberikan ketika anak berusia 6 bulan. Anda juga dapat mengulang pemberian vaksinasi setiap tahun.

7. PCV

PCV merupakan vaksinasi untuk mencegah penyakit meningitis. Imunisasi PCV dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu ketika anak berusia 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian booster dapat dilakukan ketika anak memasuki usia 12 hingga 15 bulan.

Mengetahui jadwal vaksinasi sesuai ketentuan IDAI membuat Anda dapat memberikan imunisasi tepat waktu. Lindungi anak Anda dari penyakit berbahaya dengan vaksinasi wajib sesuai dengan arahan pemerintah.