analisis korelasi dalam diangram scatter plot

Jenis Analisis Korelasional dan Contoh-Contohnya

Analisis korelasional merupakan jenis pengukuran dalam bidang ilmu statistik. Pada umumnya analisis korelasional berguna dalam pengolahan data. Ketika Anda memiliki minimal 2 variabel, maka korelasi dapat dijadikan sebagai metode statistiknya.

Manfaat Analisis Korelasi

Biasanya analisis korelasi dipakai untuk mengemukakan derajat hubungan antar 2 variabel. Apabila Anda memahami hubungan antar dua variabel, maka akan bisa menggambarkan manfaat dari data-data yang ada.

Pada umumnya korelasi dimanfaatkan dalam dunia bisnis atau riset. Misalnya ada seorang CEO yang memakai korelasi, untuk mengetahui kaitan antara jumlah pendapatan perusahaan dengan kenaikan gaji karyawan.

Jadi, intinya analisis korelasi dapat memberikan analisis yang berguna dan berperan penting untuk pengambil keputusan.

Jenis Hubungan Korelasi

analisis korelasi dalam diangram scatter plot
analisis korelasi dalam diangram scatter plot

Sebuah korelasi tidak selamanya akan linier. Ada sebuah hubungan dimana satu variabel bertambah justru akan menurunkan variabel lainnya. Oleh sebab itu, korelasi digolongkan menjadi beberapa jenis. Analisis korelasional terbagi menjadi empat jenis, yakni:

Korelasi Positif

Korelasi positif merupakan hubungan antara dua variabel, dimana penambahan nilai pada variabel dipengaruhi oleh kenaikan satu variabel. Dapat juga sebaliknya, semakin kecil suatu nilai variabel akan menyebabkan variabel yang lainnya turun.

Jenis korelasi ini dapat dikatakan sebagai hubungan yang searah. Berikut beberapa contoh dari korelasi positif:

  • Penambahan berat badan akan berbanding lurus dengan penambahan tinggi badan.
  • Penambahan pupuk dalam pertanian akan meningkatkan produksi tanaman serta hasil panennya.
  • Apabila luas sawah yang ditanami padi semakin besar, maka produksi beras yang dihasilkan pun akan semakin meningkat.

Korelasi Negatif

Berbeda dengan korelasi positif, korelasi negatif merupakan hubungan antara dua variabel dimana naiknya suatu variabel dapat mengakibatkan nilai dari variabel yang lain turun. Jika nilai suatu variabel semakin kecil, maka nilai variabel yang lainnya akan meningkat.

Berikut beberapa contoh dari korelasi negatif:

  • Peningkatan harga barang dapat menyebabkan demand atau permintaan terhadap barang tersebut menurun.
  • Semakin rajin siswa belajar, maka semakin sedikit kesalahan mengerjakan saat siswa ujian.

Korelasi Sempurna

Korelasi sempurna merupakan hubungan antara dua variabel dimana kenaikan atau penurunan satu variabel sebanding dengan penurunan atau kenaikan variabel lainnya. Titik-titik korelasi sempurna akan berderet membentuk satu garis lurus pada diagram pencar maupun diagram titik.

Jenis korelasi ini pada diagramnya tidak terdapat pencaran. Adapun beberapa hal yang harus Anda pahami mengenai jenis korelasi ini, yakni:

  1. Nilai hubungan variabel tidak bebas dengan variabel bebas pada umumnya bisa diukur dengan menggunakan koefisien korelasi.
  2. Simbol ρ untuk menyatakan koefisien korelasi populasi.
  3. Simbol, r untuk menyatakan koefisien korelasi sampel.
  4. Nilai koefisien korelasi adalah sekitar -1 sampai dengan +1, dimana jika:
  • Nilai koefisien korelasi sama dengan 0 (nol), maka tidak terdapat hubungan antara kedua variabel.
  • Nilai koefisien korelasi negatif, maka hubungan yang terjadi pada kedua variabel adalah saling terbalik atau negatif.
  • Nilai koefisien korelasi positif, maka hubungan yang terjadi pada kedua variabel adalah saling berbanding lurus atau positif.

Lihat juga: Uji Validitas dan Reabilitas Data Penelitian

Adapun catatan yang harus Anda perhatikan dalam analisis korelasional, yaitu:

  • Apabila kedua variabel yang berkorelasi saling bebas, maka r = 0. Namun, r sama dengan 0 belum tentu saling bebas, sebab dapat juga tidak terjadi hubungan namun tidak saling bebas.
  • Hubungan kausalitas tidak bisa dilihat dengan menggunakan analisis korelasional.

Dalam mengira ada atau tidaknya sebuah korelasi, Anda harus mengacu pada teori-teori tersebut. Oleh sebab itu, untuk melakukan analisis korelasional data-data yang didapatkan harus memuat dasar teori tersebut.